//code starts//
Ads by Google

Get This Pop-up Window

Your Adsesne Code Here


//code ends//

Sunday, October 6, 2013

Trombosis Silent Killer Penyebab Kematian Utama


Info Sehat - Bogor - Trombosis atau penggumpalan darah yang menyumbat jaringan arteri atau vena dianggap sebagai silent killer yang merupakan penyebab utama kematian di Indonesia.Namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui soal ini.

"Ini mengapa misalnya, orang yang siangnya masih sehat bugar, masih main tenis, masih bisa ngobrol-ngobrol tapi malamnya kita dengar kabar sudah meninggal, karena serangan jantung, akibat dari sumbatan pada aliran darah ini," ujar Prof. Dr. dr. Karmel Lidow Tambunan SpPD, K-HOM dari Departemen Hematologi dan Onkologi Medik, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM).

Karmel mengatakan itu dalam diskusi media Pemberian Obat Tromboporfilaksis sebagai upaya pencegahan komplikasi dan kematian akibat Trombosis yang diadakan Pfizer di Jakarta Kemarin (5/10).

Karmel mengatakan, 10 penyebab kematian utama di Indonesia, urutan pertama adalah stroke dan urutan ke tiga adalah jantung.
"Jika diuraikan lagi, 80-85% stroke adalah stroke iskemik atau trombosis dan lebih dari 70% kematian jantung adalah akibat trombosis atau dikenal dengan serangan jantung. Kalau dijumlahkan maka trombosis merupakan penyebab kematian utama di Indonesia," jelasnya.

Sumbatan karena trombosis, dipaparkan dokter Karmel, dapat terjadi secara total atau partial. Sumbatan total pada arteri koroner atau jantung dapat menyebabkan kematian tiba-tiba atau dikenal sebagai serangan jantung.

Sementara jika terjadi pada arteri serebral atau otak maka terjadi kematian karena stroke. "Ini mengapa trombosis disebut sebagai silent killer," ujarnya.

Penggumpalan darah juga umum terjadi di kaki yaitu trombosis vena atau DVT (Deep Vein Thrombosis). Jika seserang mengalami DVT gejala yang tampak adalah kaki bengkak, perubahan warna, sakit atau nyeri sampai fungsinya berkurang.
"Jari-jari kaki menjadi seperti kulit jeruk atau luka yang tak kunjung sembuh dan akhirnya menyebar, ini karena akibat sumbatan itu, maka tidak ada oksigen atau nutrisi yang dibawa oleh darah ke bagian ini," terang dokter Karmel.

Pada kaki, ini juga bisa menyebabkan kematian, jika bekuan darah lepas dan terbawa aliran darah serta menyangkut di arteri pulmonalis (paru) atau disebut Pulmonary embolism.

Lalu siapa saja yang bisa terkena trombosis?
Dokter Karmel menjelaskan, faktor risikonya bisa karena faktor genetik atau ada riwayat penyakit dalam keluarga serta gaya hidup yang tidak sehat.

"Sehingga mengakibatkan obesitas, diabates, hipertensi, hiperkolesterolemia dan lainnya. Kebiasaan merokok, kurang bergerak dan pasca operasi besar juga turut berkontribusi terhadap timbulnya penyakit ini," jelasnya.
Sumber : inilah.com

No comments:

Post a Comment