INFO GAYA HIDUP, Jakarta -Coklat dengan kualitas baik biasanya dalam proses pembuatan hanya menggunakan cocoa butter atau lemak coklat.
Namun harganya yang mahal tak jarang membuat produsen hanya memakainya sedikit, dan lebih banyak menggunakan minyak nabati seperti kelapa sawit.Padahal ini sangat mempengaruhi rasa dan kualitas dari coklat. Akhirnya banyak masyarakat yang seperti tertipu ketika mengkonsumsi coklat.
Untuk mengetahui apakah coklat itu menggunakan 100% lemak coklat atau lebih banyak lemak nabati, menurut pakar coklat Louis Tanuhadi memang tidak bisa dilihat secara kasat mata.
Bahkan dalam kemasan produk, produsen seringkali tidak menuliskan penggunaan lemak nabati. Padahal ketika dites langsung jelas bahwa coklat menggunakan lemak nabati.
Louis menerangkan ada berbagai cara untuk mengetes apakah coklat yang Anda makan selama ini benar-benar menggunakan lemak coklat atau lebih banyak menggunakan lemak nabati seperti minyak kelapa sawit.
"Coklat dengan hanya lemak coklat begitu masuk mulut ia akan langsung meleleh, karenamelting pointnya lebih rendah dari suhu tubuh kita. Sementara suhu tubuh kita rata-rata 36 sampai 37 derajat celcius, suhu coklat hanya sekitar 30 derajat celcius, ini mengapa coklat yang real coklat akan lebih mudah meleleh dalam lidah," beber Louis di Jakarta.
Sementara coklat yang lebih banyak menggunakan lemak nabati atau vegetable fat sebaliknya memiliki suhu lebih tinggi sehingga ia pun membutuhkan waktu lebih banyak untuk meleleh di dalam lidah.
Cara kedua,, lanjut Louis, adalah dengan melelehkan coklat tersebut untuk kemudian kembali dibekukan.
"Pada coklat dengan kualitas baik, ketika sudah dilelehkan, mau didiamkan beberapa jam ia tidak akan kembali membeku dengan sendirinya. Melainkan harus dipaksa yaitu dengan dimasukkan ke dalam kulkas," katanya.
Kalau sudah kembali beku, namun tampilannya tidak akan sebaik pertama kali atau menjadi burem.
Sementara pada coklat dengan kualitas kurang baik, ketika meleleh ia bisa kembali membeku dan bahkan bisa kembali mengkilat.
Jadi apakah coklat yang selama ini Anda makan benar-benar coklat atau hanya coklat dengan warna coklat?
Untuk mengetahui apakah coklat itu menggunakan 100% lemak coklat atau lebih banyak lemak nabati, menurut pakar coklat Louis Tanuhadi memang tidak bisa dilihat secara kasat mata.
Bahkan dalam kemasan produk, produsen seringkali tidak menuliskan penggunaan lemak nabati. Padahal ketika dites langsung jelas bahwa coklat menggunakan lemak nabati.
Louis menerangkan ada berbagai cara untuk mengetes apakah coklat yang Anda makan selama ini benar-benar menggunakan lemak coklat atau lebih banyak menggunakan lemak nabati seperti minyak kelapa sawit.
"Coklat dengan hanya lemak coklat begitu masuk mulut ia akan langsung meleleh, karenamelting pointnya lebih rendah dari suhu tubuh kita. Sementara suhu tubuh kita rata-rata 36 sampai 37 derajat celcius, suhu coklat hanya sekitar 30 derajat celcius, ini mengapa coklat yang real coklat akan lebih mudah meleleh dalam lidah," beber Louis di Jakarta.
Sementara coklat yang lebih banyak menggunakan lemak nabati atau vegetable fat sebaliknya memiliki suhu lebih tinggi sehingga ia pun membutuhkan waktu lebih banyak untuk meleleh di dalam lidah.
Cara kedua,, lanjut Louis, adalah dengan melelehkan coklat tersebut untuk kemudian kembali dibekukan.
"Pada coklat dengan kualitas baik, ketika sudah dilelehkan, mau didiamkan beberapa jam ia tidak akan kembali membeku dengan sendirinya. Melainkan harus dipaksa yaitu dengan dimasukkan ke dalam kulkas," katanya.
Kalau sudah kembali beku, namun tampilannya tidak akan sebaik pertama kali atau menjadi burem.
Sementara pada coklat dengan kualitas kurang baik, ketika meleleh ia bisa kembali membeku dan bahkan bisa kembali mengkilat.
Jadi apakah coklat yang selama ini Anda makan benar-benar coklat atau hanya coklat dengan warna coklat?
Sumber : inilah.com

No comments:
Post a Comment