//code starts//
Ads by Google

Get This Pop-up Window

Your Adsesne Code Here


//code ends//

Thursday, October 3, 2013


Info Ekonomi, Washington –Sengkarut penutupan sementara kantor-kantor pemerintah,”Shutdown” , Rabu kemarin (2/10) malah memuncak menjadi konfrontasi mengenai plafon utang AS antara kubu Demokrat dan Republiken di Gedung Putih.
Para pemimpin Kongres AS yang sejak tanggal 30 September sudah saling unjuk gigi dan ternyata tidak menyepakati jalan keluar kebuntuan fiskal, diundang Presiden AS Barack Obama ke Gedung Putih Rabu kemarin.
Harapan Obama, para anggota Kongres AS bisa memecahkan kebuntuan fiskal dan tidak lagi berkutat soal tiga rancangan undang-undang terkait shutdown: kucuran dana untuk pembukaan taman nasional dan museum, menyantuni para veteran dan membiayai kebersihan daerah khusus ibu kota Distrik Colombia.
Di Gedung Putih, Obama menjadi tuan rumah bagi para pemimpin Republiken dan Demokrat di Kongres AS dalam pertemuan selama satu setengah jam yang disebut Mitch McConell, pemimpin minoritas Senat (Republiken, Kentucky) sebagai “ramah namun tidak produktif”
Belakangan terungkap, kubu Republiken menginginkan Obama menunda menandatangani undang-undang kesehatan, yang justru memicu shutdown pekan ini, dan tetap menjadi ganjalan menuju kesepakatan.
Ketua DPR John A.Boehner (Rep.,Ohio) mengatakan “presiden malam ini kembali mengulangi, ia tak mau melakukan negosiasi.”
“Kita punya pemerintahan yang terbelah. Demokrat mengontrol Senat, Republiken mengontrol House of Representative (DPR),” kata Boehner. “Yang kita minta di sini adalah diskusi dan keterbukaaan bagi rakyat Amerika di bawah Obamacare,” kutip Washington Post, Rabu waktu Washington (2/10) atau Kamis pagi WIB.
Boehner adalah orang yang paling gigih menentang Obamacare, dan kemudian memaksa pemerintah Obama menutup sebagian kantor dan fasilitas pemerintah AS. Boehner kini dianggap musuh bersama oleh sebagian besar rakyat Amerika.
Tetapi pemimpin Mayoritas Senat Harry Reid (Dem-Nevada) mengatakan sang presiden tak mudah ditundukkan, karena dia “kuat,kuat,kuat.” Ia menambahkan,”Satu hal yang jelas yang kita lakukan dalam rapat ini. Kita tergembok ketat dalam Obamacare.”
Presiden Obama dan para pemimpin bisnis sudah mewanti-wanti sengkarut itu bakal menyeret AS gagal membayar utang (default), yang bisa terjadi jika Kongres tak sepakat menaikkan plafon utang pemerintah menjadi US$ 16,7 triliun pada akhir Oktober ini dan bisa menimbulkan resesi baru. Ini akan menjadi catatan kelam bagi sejarah AS.
Sumber: inilah.com

No comments:

Post a Comment