//code starts//
Ads by Google

Get This Pop-up Window

Your Adsesne Code Here


//code ends//

Tuesday, October 15, 2013

Tips Mengolah Daging Kurban

                                

INFO KULINER, Jakarta - Selamat Hari Raya Idul Adha. Beberapa masakan berbahan daging kambing pasti sudah terlintas di kepala. Mulai dari sate kambing, gulai, sop, hingga nasi goreng kambing.

Sementara memasak makanan berbahan dasar daging kambing memang bukan perkara mudah. Daging kambing memiliki keunikan dibanding daging lainnya. Mulai dari baunya hingga dagingnya yang cenderung lebih alot.

Pengamat sekaligus penikmat masakan berbahan dasar daging kambing, Arie Parikesit memberikan sejumlah tips agar mengolah daging kambing menjadi menyenangkan dan pastinya lezat di lidah.

Ingat, jangan dicuci


Ketika ingin dibuat sate, ingat jangan dicuci karena hanya akan membuat dagingnya semakin alot.

Lalu bagaimana menghilangkan kotoran yang mungkin menempel selama proses pemotongan daging kurban seperti kerikil-kerikil kecil atau tanah?

"Jika Anda ingin memastikan bahwa daging kambing yang Anda makan bersih, bersihkan dengan tangan kotoran yang terlihat mata atau lap dengan kain bersih. Tapi kalau memang ingin disop atau dibuat masakan berkuah lainnya, ini tidak apa dicuci atau direbus, karena ini yang akan membersihkan daging dari kotoran kecil," katanya.

Bau prengus tetap perlu

Jangan menghilangkan 100% bau prengus, karena ini letak ciri khasnya daging kambing.

Ketika makan daging kambing, keluhan yang sering banyak terucap adalah 'ih masih bau kambing!'.

Nah, untuk menghilangkan bau prengus kambing ini sebaiknya rendam daging kambing dalam perasan nanas muda. Selain menghilangkan bau prengus, air nanas muda juga bisa mengempukkan daging.

"Tapi jangan terlalu lama, cukup 3-5 menit direndam dalam air perasan nanas muda. Sisakan sedikit bau prengus karena ini ciri khasnya makan makanan daging kambing," ujar Arie.

Pakai Gajihnya

Jangan sisihkan semua gajih, ambil sedikit.

Gajih memang terkenal tidak sehat, tapi disini pemberi nikmatnya. Jadi sebaiknya gunakan sedikit gajih pada masakan daging kambing Anda.

"Ketika dibikin sate misalnya, selipkan sedikit gajih di tengah, ini yang membuat rasa sate kambing lebih nikmat, flavornya lebih keluar. Ketika matang, ya tidak perlu dimakan gajihnya," usul pria berbadan subur ini.

Tumis daging kambing

Ketika membuat nasi goreng kambing, tumis terlebih dahulu daging kambing yang sudah dipotong-potong.

Ini agar daging kambing matang merata dan sempurna.

"Jangan dimasukkan mentah bersamaan dengan nasi karena sementara nasinya sudah matang, daging kambingnya belum matang masih alot, jadi lebih baik ditumis dulu dengan bumbu nasi goreng sebagian," katanya.

Jangan matang sempurna di bara api

Ketika dibuat sate, daging kambing jangan dibiarkan matang sempurna di atas bara.

Sebaliknya angkat beberapa menit sebelum matang dan didiambkan sejenak. Pada saat ini daging kambing sebenarnya masih melakukan proses pemasakan sendiri karena dalam daging masih panas.

"Jadi matangnya pas, sementara kalau matang di atas bara api, maka ketika diangkat bisa jadi ini sudah gosong atau belum matang dalamnya," urai Arie.

Jangan lupakan acar

Jangan lupa untuk menyertakan acar ketika menyantap hidangan daging kambing.

"Acar yang terdiri dari timun, wortel, tomat dan bawang inilah yang akan cepat membuat lemak dilarutkan dan diproses dalam pencernaan," terang Arie.

Yang pas usia 7 bulan

Usia kambing yang paling nikmat untuk disantap adalah yang berusia tujuh bulan.

"Tidak terlalu muda dan juga tidak terlalu tua, sehingga dagingnya tidak telalu alot dan rasanya lebih nikmat," jelas Arie.
Sumber : inilah.com

No comments:

Post a Comment