Banyak orang beranggapan cara untuk bisa sering travelingadalah dengan menjadi kaya terlebih dahulu atau mempunyai pekerjaan yang berkaitan dengan travel. Pada kenyataannya tidak selamanya harus seperti itu. Simak tips dari 8 frequent traveler berikut ini dan baca juga Merekomendasi mereka untuk destinasi liburan akhir tahun!
1. Muhammad Arif Rahman
Saat ditanya tentang cara Arif membiayai perjalanannya, ia menjawab, “Sudah tiga tahun belakangan saya membiayai perjalanan dengan cara mencari penghasilan lain, di luar gaji kantor. Selain itu, kalian (pembaca) juga harus membuka rekening khusus yang digunakan untuk traveling, sehingga tidak mengganggu konsumsi utama (untuk hidup).”
Untuk destinasi liburan akhir tahun, Arif merekomendasikan Sydney. Sydney memiliki salah satu agenda perayaan tahun baru yang paling meriah di dunia dan berlangsung tepatnya di Opera House. Selain itu, Jepang, terutama di Sapporo atau Nagano, Bali, dan Hong Kong, terutama di area Avenue of Stars dan Victoria Harbour menjadi lokasi perayaan tahun baru yang tidak kalah menarik.
2. Firsta Yunida
Bagaimana cara Firsta membiayai perjalanannya selama ini? “Dengan bekerja dan memang harus menyisihkan sebagian uang, ditabung untuk biaya liburan, dan rajin lihat promo-promo untuk akomodasi atau memanfaatkan situs seperti Skyscanner supaya bisa mendapatkan great deals!”, jawabnya.
Firsta menambahkan, “Kiat lain adalah dengan diversifikasi penghasilan (dalam kasus Firsta, ia melakukan travel consultancy dan menulis), sehingga saya masih bisa bekerja dan menghasilkan uang bahkan ketika sedang travelling. Selama ada koneksi internet!”
Berbeda dengan Arif, Firsta merekomendasikan Raja Ampat sebagai destinasi liburan akhir tahun. “Saya menghabiskan satu minggu di Raja Ampat pada penghujung 2012. Perayaan tahun baru di Raja Ampat kala itu jauh dari hingar bingar dan saya rasa adalah alternatif yang menyenangkan bagi pejalan yang menginginkan suasana akhir tahun yang lebih tenang dan relaks. Bisa juga jadi kesempatan untuk refleksi diri sendiri.”
3. Rijal Fahmi Mohamadi
Bagi Fahmi, sumber dana utamanya untuk traveling _adalah dari uang hasil bekerja. Ia menjelaskan, “(Pekerjaan) apa aja asal halal, tapi pekerjaan utama sekarang kebetulan nggak jauh-jauh dari dunia traveling juga. Nulis travel blog sendiri, sama nulis buat company. Tips? Nggak ada tips khusus kalau buat perjalanan yang bayar sendiri. Yang ada ya kerja-kerja-kerja, lalu traveling. Kalau mau yang gratisan, coba ikutan lomba atau kuis yang hadiahnya traveling. Terus, yang punya travel blog, bisa pitching sponsor sana sini, siapa tahu ada yang khilaf bayarin traveling,”_ ujarnya sambil tertawa.
Destinasi liburan akhir tahun rekomendasi Fahmi adalah Kota Malang dan Kota Batu di Jawa Timur. “Dua kota itu tempat liburan akhir tahun yang sempurna buat yang doyan sama makanan, museum, dan alam. Dari Malang mau melipir ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru juga bisa”, jawabnya.
4. Susan dan Adam Poskitt
Awalnya Susan dan Adam membiayai trip dari tabungan yang sudah lama sekali mereka kumpulkan. Akhirnya mereka pun berusaha mencari income yang dihasilkan dari traveling.“Saat ini kami mendapatkan income baik direct maupun indirect melalui tulisan di blog, tulisan di majalah/koran, menulis buku, menjadi pembicara, dll.”, ujar Susan.
Adam menambahkan, “Kalau memang ingin traveling secara long term/sering, carilah sumber penghasilan yang memang bisa mendukung hal tersebut. Dan perlu diingat bahwa masing-masing punya jalannya sendiri. Tidak perlu meniru apa yang orang lain lakukan karena masing-masing punya skill yang berbeda. Kalau tidak bisa nulis tidak perlu memaksakan diri untuk jadi travel writer. Beberapa pekerjaan lain yang bisa dilakukan di mana pun sehingga tidak menghalangi hobi traveling, seperti web designer, computer programming, volunteering, cruise ship staff, dll.”
Untuk destinasi liburan akhir tahun domestik, mereka merekomendasikan Flores di NTT atau Danau Toba di Sumatera Utara. Sementara untuk destinasi luar negeri, mereka merekomendasikan Australia, Georgia, Armenia, Turki, atau New Zealand.
5. Rifqy Faiza Rahman
Apakah mahasiswa tidak bisa sering traveling? Ternyata, Rifqy membuktikan hal sebaliknya. Ia bercerita, “Karena saya masih mahasiswa dan belum memiliki penghasilan tetap, maka tentu orang tua adalah penyokong dana utama. Namun bukan berarti saya menodong mereka untuk minta uang saku. Dari uang kiriman bulanan, saya sisihkan sebagian untuk keperluan traveling. Memang tak instan, kalaupun kebelet traveling tapi uang saku terbatas, saya biasanya melarikan diri ke tempat yang tak jauh dari kota tempat kuliah, khususnya ke wisata alam yang bisa ditempuh sehari, itu sudah cukup bagi saya. Namun, intinya adalah mau menabung dan berani mengambil keputusan”.
Bagi Rifqy, “Akhir tahun identik dengan musim hujan. Kalau pengalaman saya sih, saya biasanya melewati hari-hari pergantian tahun dengan jalan-jalan ke tempat yang enak buat bersantai, tidak terlalu bersusah payah dan berbasah-basahan mendaki gunung demi melihat kembang api dari puncak gunung.” Oleh karena itu, ia lebih merekomendasikan Yogyakarta. “Supaya tak capek terjebak kemacetan di Malioboro, saya merekomendasikan untuk berwisata di luar kotanya. Di Gunung Kidul banyak atraksi menarik, terutama pantai untuk camping. Menanti senja terbenam di Pantai Parangtritis atau mengunjungi kampung-kampung batik di Bantul dan menginap di sekitar sana supaya bisa berbaur dan menikmati pergantian tahun dengan warga lokal, bahkan hingga ke kawasan Kaliurang, Sleman, menikmati kesederhanaan pergantian tahun di kampung-kampung di lereng Gunung Merapi,” tandasnya.
6. Tesya Sophianti
Bagaimana jika sudah berkeluarga dan mempunyai anak, apakah bisa sering travelingjuga? Tesya menjawab, “Saya dan suami pekerja kantoran, basically kami membiayai trip kami dari bonus akhir tahun. Kami membuat alokasi khusus untuk dana liburan dari bonus tersebut.”
Ia memberikan tips berikut, “Prepare your trip well! Kami ini kan kalau jalan-jalan berempat bersama anak-anak, ditambah lagi cuti dari kantor diberikan secara massal, yaitu saat lebaran plus tahun baru. Cara kami mensiasati biaya liburan keluarga yang mahal saat peak season adalah membeli tiket dan memesan penginapan satu tahun di muka. Untuk penginapan, saya memilih "pay later option" dan "free cancelation". Jadi jika ada perubahan rencana, pemesanan hotel dapat saya batalkan”.
Untuk liburan akhir tahun, tempat favorit Tesya dan keluarganya adalah Sydney. Ia menjelaskan, “Alasan utama saya tentu karena kerennya Sydney New Years Eve. Pesta kembang api di daerah Sydney Opera House dan Sydney Harbour Bridge ini saya liat setiap tahun di televisi. Jadi ketika akhirnya berkesempatan untuk melihat langsung pesta kembang api, I was thrilled!”
7. Kenny Santana
Founder @KartuPos ini membiayai perjalanannya dengan cara menjual hasil tulisan atau foto di media cetak, menjual jasa buzzer di media sosial, dan jadi host di Airbnb. Ia pun memiliki tips untuk traveling dengan biaya terbatas, “Kalau budget terbatas bisa disiasati dengan mencari tiket pesawat promo, cari ke destinasi yang tidak lazim sehingga harganya biasa lebih bersahabat, tulis pengalaman kalian dalam blog atau coba dikirim ke media cetak. Nanti kalau keterusan bisa jadi profesi dan traveling pun bisa makin sering,”ujarnya.
Untuk destinasi liburan akhir tahun, terutama dalam rangka merayakan pergantian tahun, Kenny sangat merekomendasikan Islandia. Ia menjelaskan bahwa musim dingin menjadi saat yang tepat bagi traveler untuk melihat Aurora Borealis yang menakjubkan.
8. Indri Juwono
Untuk membiayai traveling, Indri menabung. Ia menyisihkan sebagian uang gaji bulanan dalam satu rekening tersendiri untuk membiayai perjalanan-perjalanan kecil (weekend trip). Ia menambahkan, “Karena traveling bagiku merupakan suatu kebutuhan, jadi diupayakan punya anggaran untuk itu, tentunya sesudah kebutuhan primer, sekunder, atau tersier terpenuhi. Sementara untuk membiayai perjalanan yang agak panjang dan lama, biasanya aku mensiasati dengan mengambil waktu sesudah lebaran. Dengan begitu, aku bisa menabungkan uang THR, yang agak besar, untuk modal melakukan perjalanan agak panjang.”
Selain itu, beberapa honorarium dari tulisan-tulisannya yang dimuat di media juga ia masukkan ke dalam rekening tadi Ia pun memberikan tips untuk hidup hemat sehari-harinya. Ia menceritakan, “Saya hidup hemat setiap hari kerja dengan naik kendaraan umum ke mana-mana dan membawa bekal makan siang sendiri. Lagipula kalau tidak penting-penting amat, membawa kendaraan sendiri itu melelahkan”.
Indri merekomendasikan Gunung Rinjani di Lombok sebagai destinasi liburan akhir tahun. Menurutnya kunjungan ke Gunung Rinjani memerlukan sejumlah persiapan. Ia menjelaskan lebih lanjut, “Menyusuri punggungan menuju puncak gunung tertinggi kedua di Indonesia ini memang menjadi impian banyak orang. Mental, fisik, dan persiapan mutlak dilakukan sebelum memulai pendakian yang memakan waktu 4-5 hari ini. Tetapi perlu diingat untuk memerhatikan cuaca sebelum berangkat, karena terkadang akhir tahun sering ada hujan. Persiapkan perbekalan sebaik mungkin”.
Menabung dan memiliki anggaran khusus untuk traveling, hidup hemat, dan mencari penghasilan tambahan ternyata menjadi sejumlah tips dari kedelapan frequent traveler untuk bisa sering berlibur.
sumber (skyscanner.co.id)